PKN VII.II Proklamasi Kemerdekaan & Konstitusi I

Materi PKn SMP Kelas VII Bab II

Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan terjadi pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 wib di Jakarta. Tepatnya, di depan kediaman Ir. Soekarno, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Sejak itu lahirlah negara Republik Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno. Naskah Proklamasi Kemerdekaan ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta, atas nama Bangsa Indonesia. Itu berarti, proklamasi tersebut merupakan proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia. Sebab, Soekarno dan Hatta melakukannya atas nama Bangsa Indonesia.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dihayati oleh para pendiri negara kita sebagai hasil perjuangan berpuluh-puluh tahun, bahkan beratus-ratus tahun. Juga, merupakan upaya bangsa Indonesia sendiri dan atas berkat rahmat Allah SWt, bukan hadiah dari penguasa kolonial Jepang. Pilihan waktu pelaksanaannya merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan pemuka-pemuka rakyat Indonesia. Bukan keputusan satu dua orang saja.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memiliki dua makna bagi bangsa Indonesia, yaitu : 1. mulai saat itu berdiri negara baru, yaitu negara Republik Indonesia; 2. berdiri pula tata hukum dan tata negara baru, yaitu tata hukum dan tata negara Republik Indonesia.

Dalam upaya membentuk tata negara dan tata hukum baru, pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI menerima dan mengesahkan dengan suara bulat : 1. rumusan definitif Pembukaan UUD yang mengandung rumusan “Pancasila yang otentik sebagai dasar negara”; 2. Batang Tubuh UUD, yangkemudia dikenal dengan nama UUD 1945; 3. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Soekarno dan Hatta; 4. Bahwa untuk sementara waktu Presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Sejak 18 Agustus 1945 Indonesia memiliki konstitusi sendiri, yaitu UUD 1945. Itulah konstitusi pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Naskah otentiknya dimuat dalam Berita Republik Indonesia, Tahun II No. 7; halaman 45-48 dan 51-56.

Konstitusi umumnya memiliki kedudukan istimewa, yaitu sebagai hukum dasar dan hukum tertinggi suatu negara. Begitu pula dengan UUD 1945. Ia berkedudukan sebagai hukum dasar dan hukum tertinggi di Indonesia.

Suasana kebatinan konstitusi pertamna tidak lain adalah keempat pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945, yang hakikatnya adalah Pancasila.

Naskah konstitusi pertama terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah Pembukaan. Bagian kedua adalah Batang Tubuh. bagian Pembukaan, terdiri atas empat alinea. Bagian Batang tubuh, terdiri atas XVI bab dan 37 pasal. Masih ada tambahan, yaitu 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan.

Hubungan proklamasi kemerdekaan dan UUD 1945; bahwa cita-cita Proklamasi kemerdekaan terkristalisasikan (terejahwantahkan secara konkrit) dalam pokok-pokok pikiran Pembukaan UUD 1945; selajutnya pokok-pokok pikiran itu merupakan cita-cita hukum yang dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Dengan demikian, Proklamasi kemerdekaan dan UUd 1945 merupakan satu rangkaian kesatuan yang konsisten. UUD 1945 pada hakikatnya merupakan penjabaran cita-cita Proklamasi kemerdekaan dalam bentuk hukum dasar tertulis. Hukum dasar itu selanjutnya menjadi fondasi bagi tata negara dan tata hukum baru, yaitu tata negara dan tata hukum Indonesia Merdeka.

Bersikap positif pertama-tama berati berupaya memiliki cara pandang yang berusaha membangun dan memperbaiki keadaan. Selanjutnya, bertindak memperbaiki keadaan. Menjadikan hal yang baik menjadi lebih baik lagi. Dengan bersikap positif, kita mampu menyikapi berbagai masalah secara tepat, yang akhirnya juga bisa mengubah keadaan. Inti sikap posistif adalah sikap yang terarah pada kemajuan (progress) dan keunggulan (excellence).

Makna proklamasi kemerdekaan dan suasana kebatinan konstitusi menunjuk pada : Indonesia merdeka, Pancasila, dan Konstitusi. Ketiga hal itu merupakan warisan yang sangat bernilai dari para pendiri negara ini. Sikap kita terhadap ketiga hal itu akan sangat menentukan masa depan bangsa Indonesia. Sikap itu akan menentukan apakah bangsa Indonesia akan makin terpuruk dan hancur, ataukah makin maju dan unggul. (Sumber : Drs. Saptono, PHiBETA 2006)

About YohanaKarunia

share joy with u
This entry was posted in Kelas VII, Materi Pelajaran, Pendidkan Kewarganegaraan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s